Rabu, 03 Agustus 2016

TV Digital Harus Jalan demi Dua Rencana Besar


TV Digital Surabaya - Menteri Komunikasi dan Informatika mengatakan program pemerintah mentransformasikan teknologi televisi analog ke televisi digital harus berjalan demi dua rencana besar; Internet cepat (broadband) dan menyediakan frekuensi untuk komunikasi di tengah bencana.

Teknologi televisi analog yang sekarang dipakai stasiun televisi nasional, memakan sumber daya yang besar pada spektrum 700 MHz. Pemerintah ingin mengalihkan ke televisi digital agar lebih efisien.

Jika digitalisasi televisi dilakukan, pemerintah berharap terdapat frekuensi kosong seluas 112 MHz yang sering disebut digital dividend. Nah, frekuensi kosong hasil efisiensi ini nantinya digunakan untuk dua rencana besar.

Pertama, spektrum 700 MHz bakal dipakai untuk komunikasi saat terjadi bencana.

“Di kita itu negara yang setiap tahun ada bencana, tapi kita tidak punya frekuensi yang dimanfaatkan khusus untuk komunikasi di tengah bencana,” kata Rudiantara dalam diskusi ‘Memotret Setahun Kerja Rudiantara’ yang diselenggarakan CNNIndonesia.com.
Kedua, 700 MHz juga bakal dimanfaatkan untuk menyelenggaran Internet nirkabel berkecepatan tinggi 4G LTE. Jika sudah terjadi digitalisasi televisi, blok frekuensi pada spektrum ini rencana bakal dilelang ke perusahaan telekomunikasi.

Secara sifat, spektrum rendah seperti 700 MHz memiliki jangkauan lebih luas. Dari sisi kapasitas juga bagus, dapat menembus tembok dan basement gedung.

Namun, dua rencana besar pemerintah ini nampaknya bakal molor lantaran transformasi televisi analog ke digital tersandung di meja hijau dan dihentikan sementara.

“TV digital dihentikan sementara karena ini menjadi kasus hukum. Kami banding, kalah, dan sekarang kasasi,” tutur Rudiantara.

Ia berkukuh mengajukan banding sebab amat mendorong peralihan dari analog ke digital sebelum 2018. Apalagi, isu digitalisasi ini erat kaitannya dengan revisi Undang-Undang Penyiaran yang sudah seia-sekata antara pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat.

“Sambil kita bahas semuanya secara startegis dalam bentuk regulasi, kita akan akomodasikan dalam revisi UU Penyiaran yang sudah masuk Prolegnas 2015,” tutupnya.


Sumber: cnnindonesia.com dan https://tvdigital.kominfo.go.id/

Sabtu, 25 Juni 2016

Cara Memaksimalkan Penerimaan Siaran UHF Dengan Modifikasi Booster


TV Digital Surabaya - Siaran televisi Nasional seperti TRANSTV, TRANS7, NET TV, METRO, KOMPAS, TVRI, RCTI, SCTV, ANTV, INDOSIAR dan yang lainnya juga bisa dinikmati melalui siaran lewat parabola dan juga menggunakan daya pancar signal UHF. Untuk parabola seluruh pelosok negeri baik dari Sabang sampai Merauke pun pasti bisa menikmati lewat satelit dikarenakan stasiun relay nya menggunakan satelit yang diluar angkasa sana yang pasti akan bisa dinikmati melalui decoder atau receiver parabola dari seluruh Indonesia bahkan sampai luar negeri.

Tapi lain halnya apabila kita ingin menikmati nya lewat signal UHF, tentunya signal UHF akan bisa ditangkap baik apabila stasiun pemancar utama ataupun stasiun relay transmisi stasiun tersebut tidak jauh atau dengan kata lain daerah kita dalam area jangkauan pancaran signal UHF.
Banyak daerah dinegri ini yang belum beruntung bisa menerima signal UHF karena keadaan geografis Negara kita ini yang sangat luas dan banyak sekali pegunungan dan perbukitan serta lautan. Yang tentunya pembangunan stasiun pemancar /relay pemancar tidak akan merata dan yang pasti akan membutuhkan dana besar dan waktu yang sangat lama.

Dibawah ini adalah gambaran tentang daya pancar signal UHF :

  1. Daerah dengan daya penerimaan yang sangat bagus ( cukup dengan antena didalam ditempel ke badan TV ).
  2. Daerah dengan daya penerimaan signal bagus ( pakai bantuan antena outdoor pakai antena uhf pendek ).
  3. Daerah dengan daya penerimaan sedang ( Antena Outdoor panjang )
  4. Daerah dengan daya penerimaan signal lemah ( penggunaan antena outdoor panjang di tambah booster UHF )
  5. Daerah dengan daya penerimaan signal UHF kosong / blank spot signal.( dengan bantuan alat apapun tidak akan bisa menerima siaran ).

Yang akan kita bahas kali ini adalah point ke 4.Yaitu daerah dengan daya pancar signal UHF nya lemah karena akan ada tambahan alat external yaitu antena UHF yang cukup panjang serta perangkat penguat signal receiver UHF ( booster UHF ).

Antena UHF sendiri kita bisa memilih alat seperti antena UHF merk Sigma model SS 260 ( panjang kira kira 2,60 meter )  dan Sigma model SS 300 ( panjang 3 meter ). Atau juga bisa dengan merk PF seperti PF 5000, PF 2000 (antena merk ini dikenal dengan nama antena si Mandra) atau juga menggunakan antena PF terbaru PF Digital PF HDU 25 (panjang 1,6 meter) atau PF HDU 19 (panjang 1.1 meter)


Booster PF DX-W9900

Booster ( penguat signal UHF ) dipasaran banyak sekali pilihan mulai dari merk PF maupun merk DX. Untuk merk DX sendiri terdiri dari beberapa pilihan seperti model DX 5000 dan booster DX 9900.

TIPS MEMODIFIKASI BOOSTER UHF



Modifikasi booster untuk meningkatkan kekuatan signalnya

Untuk daerah dalam jangkaun signal yang lemah tentu harus lebih memaksimalkan daya penguat signal yaitu dengan cara memodifikasi satu komponen di dalam booster nya yaitu transistor RF yang bawaan pabrik nya menggunakan seri C 3355 diganti dengan seri C 3358, dengan penggantian satu komponen ini mempengaruhi daya tangkap kuat signal nya sampai beberapa dB lebih bagus.



Kabel kitani 5c 25 meter

Dan alat yang tak kalah penting nya adalah penggunaan kabel antena coaxial 75 ohm ini harus menggunakan kabel yang berkualitas bagus yang tentunya harga kabel biasa nya akan lebih mahal , salah satu merk yang cukup memuaskan contohnya adalah kabel merk Kitani 5c, dan juga masih banyak merk merk lain yang tak kalah bagus nya.


Sumber : 
https://rendy-komunika.blogspot.co.id
http://elevenmillion.blogspot.co.id/

Sabtu, 14 Mei 2016

Mau Beli TV Yang Bagus dan Awet, Pilih LED TV, Plasma atau LCD TV ?


TV Digital Surabaya  - Era TV Tabung yang sudah berpuluh tahun menjadi perangkat elektronik keluarga favorit untuk menghadirkan tayangan hiburan segera berakhir dalam beberapa waktu ke depan. Standar baru siaran digital yang saat ini sudah memasuki tahapan uji-coba di ibukota dan akan menyusul kota-kota lain dalam waktu dekat nampaknya memicu percepatan pergeseran untuk menggunakan perangkat TV Digital seperti Plasma TV, LCD TV, dan teknologi terbaru LED TV.
Selain itu, berbagai keunggulan yang ditawarkan juga melambungkan popularitas TV layar datar dari ketiga jenis teknologi tersebut, antara lain: ukuran yang tipis, ringan, dan dapat digantungkan di tembok. Ukuran layar yang besar juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar tanyangan televisi. Tidak ketinggalan pula fitur hemat energi yang ditawarkan, yang memungkinkan penghematan konsumsi listrik.
Membeli Televisi Digital, nampaknya bagi sebagian orang cukup menyulitkan, karena munculnya berbagai terminologi baru yang membingungkan, dimana seringkali teknologi yang sama mendapat label yang berbeda di antara produsen yang berbeda. Salah satu yang paling membingungkan adalah perbedaan antara Plasma TV, LCD TV, dan LED TV. Tidak terhitung kali penggunaan sebutan “Plasma TV” diarahkan untuk sebuah LCD TV, mengingat Plasma merupakan salah satu teknologi pertama untuk layar datar dengan ukuran yang besar (>42”). 
Apa sebenarnya perbedaan antara ketiga jenis TV layar datar tersebut? Manakah diantara ketiga jenis TV tersebut yang layak untuk dibeli? Berikut adalah deskripsi dan perbedaan Plasma, LCD TV, dan LED TV.
Plasma TV
Plasma Display Panel (PDP) atau di Indonesia banyak dikenal sebagai Plasma TV merupakan salah satu jenis teknologi TV layar datar yang memungkinkan produsen untuk memproduksi TV Layar Datar ukuran besar secara massal dengan harga yang ekonomis. 
Istilah dan konsep teknologi Plasma TV sendiri diperkenalkan pada tahun 1936 oleh seorang ahli Fisika, Elektronika, dan penemu dari Hungaria [1]. Pada perkembangannya IBM, Fujitsu, dan Panasonic memperkenalkan beberapa jenis televisi yang memanfaatkan teknologi Plasma pada hasil riset mereka. Baru pada tahun 1997, Fujitsu diikuti Philips dan Pioneer, merilis TV layar datar ukuran 42 inci dengan teknologi Plasma secara komersial [2].
Istilah PDP sendiri berasal dari penggunaan sel Plasma, yang merupakan lampu Fluorescent, sebagai dasar pencahayaan layar televisi tersebut. Sebuah Plasma TV memanfaatkan jutaan sel Plasma yang diletakkan diantara dua panel layar kaca. Setiap sel yang berisi kombinasi antara gas noble dan sejumlah kecil mercury yang akan diuapkan dan diberi aliran listrik sehingga berpendar dan membentuk plasma. Warna dihasilkan dari fosfor yang terdapat di dalam sel tersebut, di mana di dalam setiap sel akan berisi fosfor 3 jenis warna utama, yaitu: Red, Green, dan Blue, atau biasa dikenal dengan RGB. Perbedaan voltage yang diberikan pada tiap sel juga menghasilkan kombinasi warna yang ada.
Keunggulan Plasma TV
  • Menghasilkan warna hitam yang lebih baik dari LCD TV
  • Contrast rasio yang tinggi (1:2.000.000)
  • Sudut pandang lebih lebih lebar
  • Refresh Rate dan Response Time yang cepat, meminimalisir tampilan gambar kabur
Kelemahan Plasma TV
  • Gambar diam yang ditampilkan dalam waktu yang lama akan menimbulkan burn-in dan gambar berbayang
  • Kualitas gambar akan terus menurun seiring dengan lamanya penggunaan, meskipun dalam jangka waktu yang relatif lama
  • Lebih berat dari LCD
  • Menggunakan daya listrik yang lebih besar dibandingkan dengan LCD TV
  • Ukuran umumnya tidak tersedia di bawah 42 inci.

LCD TV
LCD TV yang di pasaran tampil lebih dulu dari Plasma mengalami penurunan popularitas sejak kemunculan Plasma TV mengingat berbagai kelebihan yang ditawarkan dibandingkan LCD generasi awal. Dengan harga yang jauh lebih mahal untuk ukuran yang lebih kecil, membuat penjualan Plasma meningkat.
Namun demikian, pada perkembangan selanjutnya, LCD TV dengan harga ekonomis dengan berbagai kemajuan teknis, membuat konsumen kembali beralih ke LCD TV. Seiring dengan kemunculan HDTV dan Full HD TV di jajaran produk LCD TV, diikuti dengan ukuran yang besar, harga LCD TV pun juga semakin masuk akal di kantong konsumennya.
Pada dasarnya LCD TV bekerja dengan memproduksi gambar hitam dan berwarna dengan melakukan seleksi cahaya yang dipancarkan oleh serangkaian lampu teknologi CCFLs (Cold Cathode Fluorescent Lamps) di belakang layar. Jutaan lampu tersebut akan dinyalakan dan dimatikan melalui LCD shutter dengan melewatkan cahaya putih dengan  intensitas tertentu. Setiap shutter akan digabungkan dengan filter warna yang akan melewatkan warna Red, Green, dan Blue (RGB). Shutter dan Filter yang masing-masing merupakan sub-pixel ini berukuran sangat kecil, dan secara kasat mata membentuk gabungan yang disebut dengan pixel [3].
Keunggulan LCD TV
  • Menghasilkan warna yang lebih realistis
  • Teknologi anti glare (tanpa bayangan)
  • Tersedia mulai ukuran kecil hingga besar
  • Tidak ada radiasi yang dipancarkan
  • Dapat digunakan sebagai monitor komputer
  • Kebutuhan sumber daya listrik yang lebih rendah dibanding Plasma

Kelemahan LCD TV
  • Kualitas gambar akan menurun apabila dilihat pada sudut pandang yang lebar
  • Untuk ukuran yang besar, harganya lebih mahal apabila dibandingkan dengan Plasma TV
  • Refresh Rate dan Response Time yang jauh lebih rendah dibandingkan Plasma, sehingga kadang menghasilkan gambar yang kabur

LED TV
Beberapa tahun terakhir, pasar televisi digital diramaikan dengan hadirnya sebuah teknologi televisi layar datar yang oleh beberapa vendor elekronik terkemuka disebut dengan LED TV. Vendor yang paling agresif dalam menggelontorkan TV dengan teknologi baru ini antara lain: Samsung Electronics, LG Electronics, Toshiba, dan berbagai vendor terkemuka lainnya.
Pada dasarnya sebenarnya LED TV merupakan pengembangan dari  LCD TV dimana jenis ini menggunakan LED Backlight sebagai pengganti cahaya fluorescent yang digunakan pada jenis LCD TV sebelumnya. Ada dua macam bentuk LED TV yang beredar di pasaran: RGB LED dengan LED yang diletakkan di belakang panel layar, atau EDGE-LED dimana LED diletakkan di sekeliling layar [5].
Kelebihan LED TV
  • Tingkat contrast yang jauh lebih tinggi dibandingkan LCD TV, setara atau bahkan lebih tinggi daripada Plasma TV
  • Memungkinkan produsen untuk memproduksi televisi layar datar dengan ukuran super tipis, dengan ketebalan sekitar 2.5 cm
  • Lebih ramah lingkungan
  • Konsumsi listrik yang lebih rendah sekitar 20-30% dibandingkan LCD TV konvensional
  • Berbagai produk LED TV dari vendor terkenal menawarkan fitur pemrosesan gambar digital, fitur Digital TV Tuner, dan berbagai fitur terbaru lainnya.
Kelemahan LED TV
  • Harga yang lebih mahal, pada saat ini untuk ukuran yang sama, harga LED TV yang termurah sekitar 1,5 kali lipat LCD TV konvensional
  • [UPDATED Oct 17, 2011]: Harga yang sedikit lebih mahal, untuk ukuran dan fitur yang sama, harga LED TV yang termurah sekitar 20% lebih mahal dibanding LCD TV konvensional
Kesimpulan
Secara umum LED TV menawarkan kualitas gambar yang lebih baik apabila dibandingkan dengan LCD TV, khususnya untuk contrast gambar serta kesempurnaan warna hitam, , meskipun bagi sebagian besar orang perbedaan itu tidak terlalu nampak. Hal ini disebabkan karena kualitas LCD TV yang sudah cukup memadai. Apabila dibandingkan dengan plasma, kualitas yang ditawarkan juga setingkat atau bahkan lebih, mengingat LED TV terbaru menawarkan berbagai fitur tambahan untuk mengolah gambar.
Perbedaan harga yang cukup mencolok dengan LCD TV, tidak menyurutkan sebagian orang untuk membeli LED TV, mengingat penampilan LED TV yang lebih tipis dan dengan desain terbaru. Bagi sebagian orang lain yang menempatkan harga di atas berbagai kriteria pembelian TV, nampaknya LCD TV masih menjadi pilihan utama. Plasma sendiri, nampaknya sudah tidak terlalu menarik minat, dan mulai ditinggalkan sejak tahun 2007, mengingat perbedaan harga yg sudah semakin tipis antara LCD TV dan Plasma TV. Desain yang juga terlihat usang juga semakin menyurutkan minat orang yang akan membeli Plasma TV. Panasonic sebagai salah satu produsen yang selama bertahun-tahun kukuh dengan memproduksi Plasma TV untuk ukuran 42 inci ke atas, akhir-akhir ini sudah mulai mengalihkan jajaran TV terbarunya dengan teknologi LCD TV dan LED TV.
Akhirnya, semuanya terpulang kembali kepada calon pembeli. Apabila anggaran yang tersedia mencukupi, pemilihan LED TV nampaknya cukup tepat, mengingat LED TV sudah dipersiapkan untuk teknologi TV digital yang benar-benar akan menggantikan TV analog pada tahun 2018. Namun apabila anggaran terbatas, LCD TV merupakan pilihan yang paling pas, mengingat fitur yang disediakan sudah cukup memadai, lebih ringan, serta lebih hemat energi apabila dibandingkan dengan Plasma TV.
Sumber : http://www.ubaya.ac.id/2014/content/articles_detail/8/LED-TV-vs-LCD-TV-vs-Plasma-TV--mana-yang-pantas-dibeli-.html
Referensi:

Rabu, 20 April 2016

Kabel Antena TV Tanpa Booster Kitani RG6-5C, Kabel Antena Dengan Kualitas Terbaik





TV Digital Surabaya - Kabel antena TV merk Kitani memiliki kualitas yang sangat tinggi dan sudah terkenal sebagai kabel antena berkualitas premium. Didukung dengan bahan tembaga murni dengan serabut tembaga dan pelapis ganda, dapat menerima sinyal TV dengan lebih kuat, bahkan tanpa booster sekalipun.

Kabel antena TV merk Kitani 5C-2V alias RG-6 ini juga dilengkapi dengan konektor professional plug yang sangat berkualitas dan kuat. Sehingga anda tidak perlu repot lagi mencari konektor yang terbaik.
 

Spesifikasi:



  • Merk: KITANI
  • Jenis: Kabel Antena TV Coaxial 5C-2V / RG-6
  • Diameter kawat inti : 1 mm
  • Diameter Jacket  : 6,8 mm
  • Impedansi: 75 ohm
  • Pelindung: Shielded (selubung aluminium foil 2 LAPIS)
  • Sangat cocok untuk Antena PF
  • Ukuran kabel 15 meter, 20 meter, dan 25 meter.

Informasi Produk :

  1. Dibuat dengan mesin berteknologi canggih dan di kerjakan oleh tenaga ahli yang sudah di latih di bidangnya selama bertahun-tahun.
  2. Menggunakan kawat inti tembaga murni dengan tebal 1 mm, kawat tembaga murni berwarna kuning keemasan dan tidak menempel pada lapisan magnet, tidak berubah warna apabila di kikir, mudah untuk di solder.
  3. Insulator di buat dari bahan polyethelene yang sudah di campur dengan carbon black yang bertujuan untuk meredam sinyam tv keluar dari inti.
  4. Menggunakan double side alumunium foil shield( kertas alumunium dengan 2 sisi lapisan berwarna perak) bertujuan untuk meredam gangguan radio frequency dan elektrostatic agar tidak mengganggu gambar pada layar televisi.
  5. Menggunakan 80 pcs conduktor luar berukuran 0,12 mm dengan model rajut. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan sinyal tv dari antena dari gangguan radio AM/FM dan elektromagnetic interferency( seperti yang di hasilkan dari travo atau jaringan tegangan tinggi) sehingga gambar dapat terbebas dari kedip, bintik, bayang bayang dan garis pada layar televisi.
  6. Plug dengan tembaga murni
  7. Penyambungan kabel utama dengan plug menggunakan teknik  silver solder( timah yang mengandung perak) untuk mengurangi resistansi pada sambungan antara plug dan kabel.
Harga kabel antena Kitani 5c*
  • 15 meter Rp 90.000,- 
  • 20 meter Rp 130.000,-  
  • 25 meter Rp 155.000,-

    NB *Harga bisa berubah sewaktu waktu

  • Toko:
    Jl. Pandugo 1 no 17 D
    Penjaringan Sari, Rungkut
    Surabaya 60297
     
    Telp  As Telkomsel  0851 0216 8836
    SMS atau WA 0857 0712 9990 

    BBM 5447EFA4

Senin, 29 Februari 2016

Cara Memaksimalkan Penerimaan Sinyal TV Dengan Antena UHF Dengan Modifikasi Booster UHF



TV Digital Surabaya - Siaran televisi nasional seperti TVRI, Trans TV, Trans7, RCTI, SCTV, ANTV, INDOSIAR, Metro TV,  dan yang lain nya bisa dinikmati melalui siaran lewat satelit parabola dan juga menggunakan daya pancar signal UHF. Untuk parabola seluruh pelosok negeri baik dari Sabang sampai Merauke pun pasti bisa menikmati lewat satelit dikarenakan stasiun relay nya menggunakan satelit yang diluar angkasa sana yang pasti akan bisa dinikmati melalui decoder atau receiver parabola dari seluruh Indonesia bahkan sampai luar negri. 
Tapi lain hal nya apabila kita ingin menikmati nya lewat signal UHF, tentunya signal UHF akan bisa ditangkap baik apabila stasiun pemancar utama ataupun stasiun relay transmisi stasiun tersebut tidak jauh atau dengan kata lain daerah kita dalam area jangkauan pancaran signal UHF.
Banyak daerah dinegri ini yang belum beruntung bisa menerima signal UHF karena keadaan geografis. Negara kita ini yang sangat luas dan banyak sekali pegunungan serta lautan,yang tentunya pembangunan stasiun pemancar /relay pemancar tidak akan merata dan yang pasti akan membutuhkan dana besar dan waktu yang sangat lama.

Dibawah ini adalah gambaran tentang daya pancar signal UHF :

1. Daerah dengan daya penerimaan yang sangat bagus ( cukup dengan antena didalam ditempel ke badan TV ).

2. Daerah dengan daya penerimaan signal bagus ( pakai bantuan antena outdoor pakai antena uhf pendek ).

3. Daerah dengan daya penerimaan sedang ( Antena Outdoor panjang)

4. Daerah dengan daya penerimaan signal lemah ( penggunaan antena outdoor panjang di tambah booster UHF )

5. Daerah dengan daya penerimaan signal UHF kosong / blank spot signal. (dengan bantuan alat apapun tidak akan bisa menerima siaran ).

Yang akan kita bahas kali ini adalah yang no 4. Yaitu daerah dengan daya pancar signal UHF nya lemah karena akan ada tambahan alat external yaitu antena UHF yang cukup panjang serta perangkat penguat signal receiver UHF ( booster UHF ).





Antena UHF sendiri kita bisa memilih alat seperti antena Pf HD U25 dengan elemen yang lebih banyak (panjang1,6m) atau merk PF 5000 (pf goceng), PF 2000, antena merk ini dikenal dengan nama antena si Mandra.



Booster ( penguat signal UHF ) dipasaran banyak sekali pilihan mulai dari merk PF maupun merk DX. Untuk merk DX sendiri terdiri dari beberapa pilihan seperti model DX 5000 booster DX 9900.

TIPS MEMODIFIKASI BOOSTER UHF

Untuk daerah dalam jangkaun signal yang lemah tentu harus lebih memaksimalkan daya penguat signal yaitu dengan cara memodifikasi satu komponen di dalam booster nya yaitu transistor RF yang bawaan pabrik nya menggunakan seri C 3355 diganti dengan seri C 3358,dengan penggantian satu komponen ini mempengaruhi daya tangkap kuat signal nya sampai beberapa dB lebih bagus.

Dan alat yang tak kalah penting nya adalah penggunaan kabel antena coaxial 75 ohm ini harus menggunakan kabel yang berkualitas bagus yang tentunya harga kabel biasa nya akan lebih mahal, salah satu merk yang cukup memuaskan contohnya adalah kabel merk Kitani, dan juga masih banyak merk merk lain yang tak kalah bagus nya.

Intinya pemasangan antena harus lurus dengan pemancarnya. Oleh karena itu penghalang seperti gedung, pohon, ataupun bukit akan sangat mempengaruhi juga kualitas penerimaan sinyal televisi.


Kami menyediakan beraneka jenis antena UHF untuk televisi. 

PF HD U25
PF HD U19
PF Goceng/PF 5000S
Beraneka jenis BOOSTER UHF
CATV
Kabel antena
Jack antena, pembagi, 

Hubungi kami di telp/sms/WA 085707129990
Pin BBM 5447efa4

Rabu, 17 Februari 2016

Cara Mengatasi Gambar TV Yang Berbayang


TV Digital Surabaya - Gambar televisi yang seolah memiliki bayangan terkadang membuat orang bingung, karena sebenarnya gambarnya bersih tanpa bintik bintik (noise). Walaupun gambarnya bersih tanpa noise, tapi kalau seperti terlihat ada bayangan juga tidak akan nyaman untuk dilihat. Hal ini akan terlihat jelas pada TV LED/LCD. Bayangan yang terjadi pada obyek gambar di layar televisi sering juga disebut dengan gambar berhantu.

Apakah penyebab obyek gambar berbayang pada televisi?

Penyebab obyek gambar berbayang pada layar televisi normal umumnya disebabkan oleh sistem penerimaan televisi. Sistem penerimaan televisi tersebut dimulai dari antena sampai kepada penala RF (Radio Frekwensi).

Berikut cara-cara yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah gambar berbayang pada televisi:

Penala Frekwensi

Bisa jadi gambar berbayang tersebut diakibatkan oleh penalaan frekwensi yang kurang pas. Memang pada umumnya televisi sudah dilengkapi dengan auto search, namun terkadang bisa saja penyetelan pada modul tuner dan RF kurang tepat. Untuk menyetel tuner pada televisi harus dilakukan oleh ahlinya, sebab harus membongkar televisi. Namun Anda tak perlu untuk melakukan itu, cukup setel frekwensi secara manual dan cari setelan pada frekwensi yang pas. Jika frekwensi stasiun siaran yang dikehendaki sudah tepat,ditandai dengan perolehan tampilan yang terbaik.

Jenis Antena dan Kabel

Gambar berbayang bisa juga disebabkan oleh posisi arah antena yang kurang tepat. Cobalah diputar putar antena sampai menemukan gambar terbaik dan tidak berbayang. Jika masih belum menemukan obyek gambar tanpa bayangan, cobalah periksa apakah antena masih dalam kondisi bagus. Terutama bagian reflektor antena, pastikan jika reflektor antena masih belum rusak. Jika reflektor antena rusak, maka ia tidak bisa meredam frekwensi yang memantul melalui gedung atau pegunungan. Karena pada dasarnya bayangan ini disebabkan oleh signal pantulan yang diterima antena. Model dan cara antena dibuat juga bisa menjadi penyebab gambar berbayang. Pilihan kabel antena juga sangat mempengaruhi karena melalui kabel inilah sinyal yang di terima antena di salurkan ke penala TV. Pilihlah kabel yang mempunyai kandungan tembaga dan kabel serabut yang melingkar penuh agar tidak terjadi kebocoran sinyal TV.

Posisi dan Cara Memasang Antena

Seperti yang sudah di jelaskan diatas, bahwa bayangan pada obyek gambar diakibatkan oleh signal pantulan bisa dari Gedung tinggi atau pohon besar. Untuk itu, posisi antena harus lebih tinggi dari obyek sekitarnya baik gedung atau pohon tinggi/besar. Tembok beton gedung dan pegunungan bisa memantulkan signal radio UHF seperti pada televisi. Selama antena TV Anda masih berada lebih rendah diantara gedung gedung, maka akan sulit memperoleh gambar yang tidak berhantu.

Daerah berpegunungan akan sangat sulit untuk mendapatkan gambar televisi tanpa bayangan, solusinya pergunakan antena televisi model yagi dengan elemen paling banyak. Selain itu antena juga harus dibuat dengan perhitungan ukuran yang akurat dan dengan cara yang benar.



Solusi yang selanjutnya jika semua sudah di lakukan dengan maksimal masih kurang puas saya sarankan menggunakan parabola yang sinyalnya langsung dari satelit baik yang berbayar atau yang gratis tanpa iuran bulanan. Kalo di rasa terlalu mahal bisa juga mencoba di pasang dengan set top box DVB T2 karena sinyal yang di terima akan di olah menjadi gambar yang benar benar bersih tanpa bintik dan bayang.

Semoga bermanfaat..!


Sumber : www.spiderbeat.com dan berbagai sumber lain

Senin, 18 Januari 2016

Apa Itu Yang Di Maksud Dengan Tap, Splitter, Combiner dan Multiswitch Serta Perbedaannya


TV Digital Surabaya - Ada baiknya kali ini kita membahas mengenai alat yang sangat familiar dalam dunia parabola maupun dunia TV kabel, sering kita mendengar nama Switching atau splitter. Switching atau splitter mempunyai saudara yang mirip cara kerjanya namun berbeda dalam fungsinya seperti misalnya Tap ataupun diplexer.. 

Dalam kesehariannya alat ini biasa digunakan untuk keperluan instalasi pemasangan dan penyaluran sinyal RF seperti TV kabel, Kabel Parabola dan LNB, CATV, MATV dll. seperti untuk keperluan di rumah maupun yang biasa digunakan di hotel-hotel baik yang outdoor maupun yang indoor.

Perbedaan Tap, Splitter, Combiner dan Multiswitch maupun diplexer:

Apa itu Tap? 
Tap dapat diumpamakan sebuah keran atau alat persimpangan sebagai penyalur dalam hal ini adalah kabel yang dapat ditarik sepanjang rumah dan dibagi bagi lagi untuk memenuhi kebutuhan televisi, tap tidak memiliki fungsi khusus pada bagian pengolah yang lebih komplek, penggunaan tap sangat rentan jika digunakan dalam penggunaan tv kabel sehingga sangat memungkinkan pencurian saluran tv kabel dengan teknologi tua. Tap tidak mempunyai penguatan atau mengolah sinyal masuk untuk dikeluarkan, tap hanya sebagai penyalur dan pelancar persimpangan.
Beberapa tempat istilah tap digunakan  untuk jenis perangkat yang dapat mengubah sinyal dari satu jenis ke jenis yang lain namun hanya sebuah sebutan sedangkan tidak sesuai dengan fungsi sebenarnya. 

Apakah Combiner itu ?:
Sebuah Combiner adalah perangkat yang mengambil dua sinyal dan menempatkan mereka pada kabel tunggal tanpa "terjemahan." Menggunakan Kombinasi adalah seperti menuangkan dua cairan ke dalam gelas yang sama, semua campur aduk. Jika pencampuran tidak benar combiner dapat menciptakan masalah, seperti jika Anda mencampur jus semangka dan jus cabe. Sebuah combiner hanya mengambil semua sinyal dan mencampur mereka bersama-sama. Combiner hanya dipergunakan untuk keperluan tertentu saja. 
combiner

Apa itu Diplexer ?:
Sebuah diplexer dapat mengambil dua sinyal dari dua kabel yang berbeda kemudian dapat mengeluarkan sinyal pada satu kabel. Oleh sebab itu diplexer biasanya digunakan untuk melakukan pencampuran sinyal.

Ada berbagai macam diplexers. 
Diplexers pasif fungsinya lebih dari sekedar combiners yang mengambil dua sinyal dan tidak akan saling mengganggu satu sama lain kemudian disalurkan dalam satu kabel. 
Diplexers aktif difasilitasi penguat untuk menyuplai jumlah kerugian yang terjadi ketika sinyal bergerak melalui sistem. Diplexers aktif juga dapat menggeser frekuensi sendiri sehingga bekerja tidak ada ketergantungan input. sehingga bisa berfungsi  menjadi modulator. 
diplexer

Bagaimana Cara bekerja diplexers? 
Diplexers dapat bekerja dan bisa menampung banyak frekuensi yang berbeda. Itu sebabnya Anda mendapatkan banyak saluran dalam satu kabel. dapat dipastikan bahwa sinyal siaran tidak saling mengganggu satu sama lain, sehingga diplexer sangat banyak digunakan oleh perusahaan provider siaran dan tidak ragu akan siaran miliknya terganggu oleh siaran dari perusahaan lain. 

Apa itu Splitter  ? :
Splitter dan diplexer dapat terlihat sangat mirip. Keduanya memiliki beberapa sambungan di satu ujung dan satu koneksi di sisi lain. Namun, diplexer mengambil dua sinyal masuk dan satu keluar dan sebaliknya. Sedangkan Splitter hanya mempunyai input satu arah yaitu satu sinyal input dan membuat dua output (Indoor). 
Penggunaan yang paling umum dari splitter adalah untuk menambah jumlah  penggunaan televisi menggunakan kabel yang ada. Jika Anda memiliki antena anda dapat menggunakan splitter untuk membuat antena dapat tersalur ke lebih dari satu televisi. Jika anda memiliki sistem TV kabel atau TV satelit, anda dapat menggunakan splitter untuk menambahkan TV ke ruangan lain. Sebagian besar sistem modern dirancang untuk menggunakan splitter dengan cara ini, tetapi sistem / model lama akan menggunakan jalur terpisah untuk setiap TV dari terminal pusatnya. 
Memang terlihat begitu sederhana dan gampang digunakan tapi ingat bahwa setiap kali anda memisahkan sinyal menggunakan alat ini anda memotong kekuatan setengah dari kekuatan sinyal tersebut

Apa itu Multiswitch ?
Multiswitch bekerja  menggabungkan 18V dan sinyal satelit 13V (padahal sebenarnya adalah kelipatan untuk mengaktifkan polarisasi Horizontal atau vertikal. gabungan sinyal nya dikirim ke masing-masing Receiver. 
multiswitch

beda sama splitter, splitter tidak beroperasi pada frekuensi yang cukup tinggi untuk mengirim semua program siaran untuk Anda terima. Anda hanya akan mendapatkan sebagian dari program.

Untuk lebih memahami bagaimana multiswitch bekerja dengan antena parabola, mari kita pahami tentang bagaimana alat ini bekerja. 

LNB pada parabola Anda mampu melakukan "tuning" ke transponder satelit yang menyiarkan program polaritas kiri atau kanan (L/R atau V/H). Penjelasan teknis ini cukup penting. Ketika anda menyetel receiver anda, receiver mengirimkan sinyal ke kabel coax lalu ke LNB dalam bentuk tegangan DC 14 volt atau 18 volt untuk memilih polaritas transponder yang Anda minta . Inilah sebabnya mengapa Anda tidak dapat menggunakan splitter untuk menambahkan receiver tambahan. Begini penjelasannya ketika LNB mendapat perintah dari dua penerima dan saat kedua receiver tersebut mencoba untuk mengakses transponder pada polaritas yang berbeda maka anda bisa mendapatkan sinyal pada satu penerima sementara tidak untuk yang lain jika transponder yang berbeda ini dipilih oleh masing-masing receiver. Anda dapat mengatur dua penerima pada sebuah antena parabola dengan LNB ganda menggunakan dedicated line untuk setiap penerima. Jika Anda ingin mengatur lebih dari dua penerima maka Anda perlu multiswitch. 

Sebuah multiswitch pada dasarnya adalah sebuah kotak yang berisi splitter dan switch A / B. Output dari masing-masing LNB yang terhubung ke input A dan B dari multiswitch. Dalam konfigurasi ini, satu LNB dikhususkan untuk transponder polaritas kiri dan LNB lainnya digunakan untuk polaritas kanan. Masukan untuk multi-switch dari LNB dibagi untuk masing-masing 4 atau 8 output (bisa lebih jika menggunakan multiswitch  lebih besar). Output yang berbeda ini dipasangkan dan dihubung ke serangkaian switch A / B sehingga satu sisi switch melihat masukan A dan sisi lain melihat masukan B dan rangkaian ini menjadi banyak.

Output dari multiswitch yang diarahkan ke masing-masing penerima yang Anda miliki di rumah Ketika Anda menyetel ke saluran, bukan LNB lagi yang bekerja mengalihkan ke polaritas 14-volt atau 18 volt sinyal namun  switch yang ada dalam multiswitch lah yang secara otomatis menyalurkan polaritas pilihan untuk saluran / transponder yang diinginkan. 

Seperti yang telah dijelaskan di atas ada dua jenis multiswitch yaitu  pasif (unpowered) dan aktif (powered). Jika Anda memiliki kabel yang panjangnya lebih dari 100 meter untuk setiap penerima,  maka gunakan multiswitch aktif. kabel coax yang terlalu  panjang dapat menurunkan tegangan output dari penerima dan multiswitch mungkin tidak bekerja lagi dengan benar jika kehilangan tegangan terlalu besar. Multiswitch aktif dibuat untk bisa mendeteksi perbedaan dan titik jenuh tegangan.

Semoga informasi yang sedikit ini bermanfaat untuk Anda.

Untuk pemasangan parabola wilayah Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Krian dan sekitarnya Anda bisa menghubungi kami di no telp/Whatsapp 085707129990. 
Di jamin dengan harga murah dengan siaran chanel yang maksimal.

Sumber : 
http://pasangkabelnya.blogspot.co.id/