Sabtu, 24 Desember 2016

Paket Transvision Termurah Saat Ini.


Listro Surabaya - Anda sedang mencari layanan televisi berbayar terbaik? Transvision merupakan salah satu layanan TV berbayar terbaik Indonesia dengan menawarkan program unggulan serta dengan harga layanan yang lebih terjangkau. Paket transvision termurah menawarkan berbagai program TV unggulan terbaik dengan sinyal dan channel terbanyak. Selain terkenal dengan layanan televisi berbayar termurah Indonesia, paket transvision termurah juga selalu menyedikan berbagai promo terbaik untuk setiap layanan televisi yang di sediakan. Dengan menawarkan channel TV yang lebih banyak dan selalu update berita-berita terkini, paket transvision termurah bisa menjadi pilihan dan solusi terbaik untuk layanan televisi berbayar termurah di Indonesia yang bisa Anda gunakan untuk menemani segala aktivitas sehari-hari untuk mendapatkan berbagai berita terbaru.
Paket Transvision Termurah
Paket TV transvision termurah menawarkan berbagai paket layanan seperti paket premium, paket gold, paket diamond dan paket transvision platinum. Dari berbagai paket pelayanan tersebut pastinya Anda akan mendapatkan berbagai channel unggulan dengan update berita terbaru dan terkini.
Jadwal Transvision Update
Berbagai jadwal siaran televisi bisa Anda dapatkan diberbagai aplikasi pilihan yang sudah disediakan. Dengan layanan tersebut Anda akan lebih mudah mengetahui mengenai jadwal acara televisi setiap harinya. Berbagai siaran, waktu siaran serta chennel semua terupdate secara baik dan berkualitas yang tentunya bisa memberikan pelayanan kenyamanan untuk para costumer setia transvision terbaik.
Harga Transvision
Di sini harga paket transvision termurah tersedia untuk Anda, berikut daftar harga layanan paket TV transvision Indonesia :
- Harga paket transvision gold mulai dari Rp 199.000,- (harga termasuk ppn)
- Harga paket transvision platinum mulai dari Rp 299.000,- (harga termasuk ppn)
- Harga paket transvision diamond mulai dari Rp 399.000,- (harga termasuk ppn)
Itulah rincian daftar harga paket transvision termurah 2017, harga yang ada bisa terus berubah setiap waktunya.
Cara Pembayaran Transvision
Untuk cara pembayaran paket transvision termurah terbaru, Anda bisa melakukan dengan berbagai cara pelayanan yang telah tersedia, misalnya melalui ATM, kartu kredit ataupun melalui cara pembayaran lainnya yang telah disediakan.
Info terupdate klik www.transvision.co.id

Sabtu, 03 Desember 2016

Uji Coba Siaran TV Digital Terestrial Di Indonesia


TV Digital Surabaya - Jakarta, 9 Juni 2016 – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menerbitkan Peraturan Menteri No. 5 Tahun 2016 tentang Uji Coba Teknologi Telekomunikasi, Informatika dan Penyiaran. Konsideran regulasi tersebut adalah dalam rangka penelitian dan penetapan arah kebijakan penyelenggaraan telekomunikasi, informatika dan penyiaran. Beberapa jenis teknologi yang berkembang dan perlu dilakukan ujicoba diantaranya open BTS, Google Loon, PPDR (public Protection and Disaster Relief), 5G, TV digital  metode  SFN (single frequency network) dan MFN (multi frequency network).
Pada Pasal 4 PM 5/2016 disebutkan bahwa Penyelenggaraan uji coba ditetapkan dengan Keputusan Menteri. Oleh karena itu telah disiapkan turunan regulasi tersebut dalam bentuk Rancangan Keputusan Menteri tentang Uji Coba Siaran Televisi Digital Terestrial yang telah final dan akan ditetapkan bersamaan dengan  Memorandum of Understanding (MoU) antara LPP TVRI dengan Penyedia Konten digital pada tanggal 9 Juni 2016 di Kementerian Kominfo.
Uji coba siaran TV digital dilaksanakan oleh Kementerian Kominfo dengan melibatkan para pemangku kepentingan yaitu KPI, LPP TVRI, penyedia konten dan industri perangkat. Uji coba siaran televisi digital terrestrial bersifat non komersial dan dengan masa laku uji coba selama 6 (enam) bulan dan dapat diperpanjang. Dimana wilayah layanan yang dapat dilakukan uji coba (bahwa telah terbangun infrastruktur multipleksing TVRI) adalah sebanyak 20 lokasi
Tujuan uji coba siaran TV digital ini adalah dalam rangka penelitian aspek teknis dan non teknis meliputi kinerja perangkat dan sistem penyiaran multipleksing; perencanaan dan konfigurasi jaringan SFN, MFN, dan/atau gabungan SFN dan MFN; sinkronisasi antar pemancar pada metode SFN; fitur layanan lainnya antara lain layanan data, penerimaan bergerak (mobile), informasi cuaca, informasi keuangan, kondisi lalu lintas terkini, dan informasi peringatan dini bencana; model bisnis penyelenggaraan siaran televisi digital; model regulasi dan kelembagaan; sosialisasi dan kesiapan para pemangku kepentingan; dan mekanisme penyediaan serta distribusi set top box.
Sesuai ketentuan yang berlaku, kewajiban pembayaran BHP frekuensi radio tidak berlaku/dikenakan untuk keperluan penelitan yang dilakukan oleh lembaga/instansi pemerintah. Dalam hal ini uji coba siaran TV digital dilakukan dalam rangka penelitian aspek teknis dan non teknis.
Dalam MoU yang akan ditandatangi tanggal 9 Juni 2016, terdapat 36 badan hukum sebagai penyedia konten yang akan mengikuti uji coba siaran TV digital dan bekerjasama dengan TVRI.Rincian lebih lanjut mengenai hak dan kewajiban para pihak (TVRI sebagai pihak penyelenggara multipleksing dan pihak penyedia konten siaran), serta biaya-biaya yang timbul akibat uji coba ini akan dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama.
Berikut nama 36 penyedia konten yang akan mengikuti Uji Coba Siaran TV Digital:
1.       PT. Nusantara Media Mandiri
2.       PT. Nusantara Media Mandiri Parahiyangan
3.       PT. Nusantara Media Mandiri Tapanuli
4.       PT. Nusantara Media Mandiri Batam
5.       PT. Nusantara Media Mandiri Yogyakarta
6.       PT. Inspira Televisi Indonesia
7.       PT. Inspira Media Televisi
8.       PT. Inspira Medan Mulia
9.       PT. Inspira Multi Talenta
10.   PT. Badar Televisi Media Persada
11.   PT. Televisi Mutiara Elok Digital
12.   PT. Media Kreatif Sumedang
13.   PT. Bandung Persada Tivi Digital
14.   PT. TVMu Surya Utama
15.   PT. Indonesia Visual Televisi Serang
16.   PT. Kemuning Televisi
17.   PT. Eka Televisi Bandung
18.   PT. Reka Indah Media

19.PT. Media Inti Televisi Nusantara
20.PT. Merah Putih Satu Visi
21.PT.Detik TV Indonesia
22.PT. Duta Anugerah Indah
23.PT. Daya Angkasa Andalas Indah
24.PT. Net Mediatama Televisi
25.PT. Cipta Megaswara Televisi
26.PT Oxcy Media Televisi
27.PT. Industri Televisi Semarang
28.PT. Reksa Birama Media
29.PT. Pasundan Utama Televisi
30.PT. Mediantara Televisi Bali
31.PT. Makassar Lintasvisual Cemerlang
32.PT. Borneo Television
33.PT. Kompas TV Media Informasi
34.PT. Pratama Cipta Digital
35.PT. Gramedia Media Nusantara
36.PT. Digital Inspirasi Indonesia
Sumber : https://tvdigital.kominfo.go.id/?p=223
                https://kominfo.go.id/

Jumat, 28 Oktober 2016

Set Top Box DVB-T2 Evinix H1 Full HD dengan kabel HDMI

TV Digital Surabaya - Set Top Box Evinix H-1 full HD dengan media player ready 3D. Sudah tersedia juga kabel HDMI nya. JIka di set top box yang lain seperti venus brio misalnya yang tersedia ( bawaan pabrik) hanya kabel RCA




Kelengkapan dalam doos:

1. Unit STB Evinix
2. Remote + Baterai AAA
3. Kabel RCA (Kabel merah putih kuning)
4. Kabel HDMI
5. Buku Manual

Fitur-fitur berdasarkan keterangan dari box luarnya:

- Mendukung DVB-T2 (Digital Video Broadcasting - Teresterial 2), dengan menggunakan Antenna UHF biasa, codecnya H264, MPEG-4, standar MPEG-2
- Kecepatan maksimum arus minimal 50 Mbit/ detik
- Fungsi PVR (Personal Video Recording) yaitu kita merekam siaran TV dengan hanya mencolokan flashdisk ke port USB yang disediakan.
- Support Full HD 1080, resolusi lainnya yang didukung yaitu 480i/ 576i/ 480p/ 576p/ 1080i/ 1080p.
- Support EPG (Electronic Program Guide) sampai 7 hari kedepan.
- Bisa di fungsikan sebagai multimedia player sehingga kita bisa mencolokan flashdisk yang berisi video, musik ataupun gambar dan langsung di putar.
- Dukungan Logic Channel Number (LCN)
- Bisa upgrade firmware melalui port USB
- Di Evinix H-1 bagian depan terdapat LED yang menampilkan 4 digit
- Untuk mencari saluran bisa auto maupun manual
- Mendukung bahasa Indonesia, Inggris, Rusia dll
- Mendukung teleteks/ subtitle/ ataupun bahasa audio (tergantung penyedia siaran TV nya)
- Outputnya bisa pake HDMI (untuk TV LCD/ LED) biar gambar lebih bening, untuk TV tabung disiapkan juga port RCA
- Konversi PAL/ NTSC otomatis
- Support Timeshift artinya kita bisa mem pause siaran TV dan melanjutkannya lagi, syaratnya flashdisk harus terpasang di port USB
- 3D ready

* Siaran tv digital tiap daerah berbeda tergantung pemancar. Untuk info bisa searching di www.kominfo.go.id

Toko:
Jl. Pandugo 1 no 17 D
Penjaringan Sari, Rungkut
Surabaya 60297
 
Telp  As Telkomsel  
0851 0216 8836
SMS atau WA 0857 0712 9990 

BBM 5447EFA4

Jumat, 30 September 2016

Set Top Box DVBT2 Venus Brio dengan Media Player


TV Digital Surabaya - Set Top Box DVBT2 Venus Brio ini mampu memancarkan sinyal gambar dan suara dengan kualitas penerimaan yang lebih tajam serta jernih di layar TV dibandingkan siaran analog. Menjamin tidak ada semut dan bayangan sama sekali pada gambar.

Apa itu TV Digital ?

Siaran TV Digital terestrial atau DVBT2 adalah siaran yang menggunakan frekuensi VHF/UHF seperti halnya penyiaran analog, tetapi dengan konten yang digital. Sistem ini menyediakan transmisi digital satu arah melalui jaringan transmisi berbasis darat (land-based transmitter) yang bisa diterima antena TV UHF konvensional.

Kelebihan Venus DVB-T2 Brio

- Kualitas siaran berakurasi dan resolusi tinggi

- Siaran dan kualitas gambar dan warna lebih baik dari televisi analog

- Siaran tidak bersemut

- Bisa merekam pakai USB

- Dapat digunakan untuk memutar film (Media Player)

- Cara pemasangan mudah,menggunakan input AV (Audio Video) pada TV anda

- Gambar stabil meski berada dalam kondisi bergerak dengan kecepatan tinggi seperti di mobil

- Gambar Full HD 1080p

- Fitur EWS yang sudah di asistensi oleh BPPT

- Bergaransi

Siaran TV Digital

Cukup dengan Venus DVB-T2, Anda sudah dapat menikmati siaran TV digital di rumah Anda, tidak perlu lagi membeli TV baru untuk menonton siaran TV digital, Set Top Box ini mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog.
(Tiap daerah di Indonesia berbeda-beda untuk jumlah siarannya tergantung dari pemancar yang siaran)

Media Player

Venus DVB-T2 ini juga dapat dijadikan media player untuk kebutuhan multimedia Anda. Cukup mencolok flashdisk atau harddisk ke usb port dan Anda dapat memainkan film, musik, gambar dilayar TV Anda dengan kualitas full HD 1080p.

Fitur PVR, EPG dan EWS

PVR : Venus Set Top Box Mampu merekam siaran TV berkualitas tinggi dan bisa disimpan di flashdisk atau HDD.

EPG : Anda dapat melihat jadwal siaran televisi hingga 7 hari kedepan.

EWS (Early Warning System) : Anda menerima peringatan jika terjadi bencana didaerah tertentu

Bisa digunakan untuk semua jenis TV

Alat ini bisa dihubungkan pada berbagai macam jenis televisi seperti layar tabung, LCD, LED, Plasma hingga yang sudah support 3D sekalipun.

Toko:
Jl. Pandugo 1 no 17 D
Penjaringan Sari, Rungkut
Surabaya 60297
 
Telp  As Telkomsel  
0851 0216 8836
SMS atau WA 0857 0712 9990 

BBM 5447EFA4

Rabu, 31 Agustus 2016

Apa itu antena Yagi ?

Antena Yagi model Pf 5000

TV Digital Surabaya - Antena Yagi atau antena Yagi-Uda RF digunakan secara luas dan merupakan salah satu antena desain paling sukses atau banyak digunakan untuk aplikasi RF direktif. Antena Yagi-Uda adalah nama lengkapnya, pada umumnya dikenal dengan sebutan Yagi atau antena Yagi. RF singkatan dari frekuensi radio. Antena ini diciptakan oleh dua penemu asal Jepang Yagi dan Uda (muridnya). Antena ada banyak macamnya dan tiap jenis antena masing-masing diciptakan sesuai untuk tujuan yang berbeda dan masing-masing berfungsi terbaik pada frekuensi tertentu.

Antena Yagi digunakan untuk menerima atau mengirim sinyal radio. Antena ini dahulu banyak digunakan pada Perang Dunia ke 2 karena antena ini amat mudah dibuat dan tidak terlalu ribet. Antena Yagi adalah antena direktional, artinya dia hanya dapat mengambil atau menerima sinyal pada satu arah (yaitu depan), oleh karena itu antena ini berbeda dengan antena dipole standar yang dapat mengambil sinyal sama baiknya dalam setiap arah. Antena dipole adalah antena paling sederhana, dia hanya menggunakan satu elemen tunggal. Antena Yagi biasanya memiliki Gain sekitar 3 – 20 dB.

Bagian-bagian dari Yagi dan cara kerjanya:

Setiap antena Yagi terdiri dari dipole, reflektor dan director. Bagian utama antena yang memegang tiap elemen antena Yagi disebut dengan crossbar atau boom. Anda perlu mengarahkan crossbar atau boom antena menuju ke arah datangnya sinyal untuk menerima sinyal secara maksimal. Jika anda tidak tahu dimana letak transmitter atau datangnya sinyal, anda bisa melihat antena2 televisi di atas sekelompok rumah dan perhatikan kemana antena tersebut mengarah, biasanya mereka akan mengarah ke arah yang sama. Itu akan memberitahu Anda arah di mana pemancar televisi berada.

Bagian dari Antena Yagi
Bagian dari Antena Yagi

Bagian dipole biasanya terhubung langsung ke kabel koaksial karena dia merupakan bagian yang bertugas untuk menerima energi frekuensi radio. Bagian lainnya terdiri dari beberapa elemen reflektor dan minimal satu director. Dibelakang dipole terdapat reflektor yang biasanya 5% lebih panjang dari dipole. Reflektor berfungsi untuk memantulkan sinyal yang terlewat dari bagian-bagian elemen tengah kembali ke mereka. Bagian director biasanya 5% lebih pendek daripada dipole dan mereka berfungsi untuk mengarahkan sinyal ke arah yg ditujukan.

Seperti yang mereka ketahui bahwa penambahan direktor pada antena akan meningkatkan directivity antena, meningkatkan Gain dan mengurangi beamwidth. Namun penambahan reflektor tidak ada pengaruhnya. Makin banyak dipole yang dimiliki antena pada plane yang sama maka makin banyak sinyal band yang akan diterima pada waktu yang sama. Ketika anda mengarahkan antena tersebut ke arah datangnya signal, elemen-elemen yang kecil akan menarik sinyalnya ke elemen bagian tengah, dan elemen yang lebih panjang (reflektor) akan memantulkan sinyal yang lolos kembali ke elemen tengah.

Jenis antena ini sengaja dibuat untuk fokus pada satu arah, ke depan. Gelombang arah lain dibatalkan. Pada kenyataannya, Yagi adalah antena yang paling umum digunakan dalam aplikasi yang beroperasi di atas 10 MHz.


Dari berbagai sumber

Rabu, 03 Agustus 2016

TV Digital Harus Jalan demi Dua Rencana Besar


TV Digital Surabaya - Menteri Komunikasi dan Informatika mengatakan program pemerintah mentransformasikan teknologi televisi analog ke televisi digital harus berjalan demi dua rencana besar; Internet cepat (broadband) dan menyediakan frekuensi untuk komunikasi di tengah bencana.

Teknologi televisi analog yang sekarang dipakai stasiun televisi nasional, memakan sumber daya yang besar pada spektrum 700 MHz. Pemerintah ingin mengalihkan ke televisi digital agar lebih efisien.

Jika digitalisasi televisi dilakukan, pemerintah berharap terdapat frekuensi kosong seluas 112 MHz yang sering disebut digital dividend. Nah, frekuensi kosong hasil efisiensi ini nantinya digunakan untuk dua rencana besar.

Pertama, spektrum 700 MHz bakal dipakai untuk komunikasi saat terjadi bencana.

“Di kita itu negara yang setiap tahun ada bencana, tapi kita tidak punya frekuensi yang dimanfaatkan khusus untuk komunikasi di tengah bencana,” kata Rudiantara dalam diskusi ‘Memotret Setahun Kerja Rudiantara’ yang diselenggarakan CNNIndonesia.com.
Kedua, 700 MHz juga bakal dimanfaatkan untuk menyelenggaran Internet nirkabel berkecepatan tinggi 4G LTE. Jika sudah terjadi digitalisasi televisi, blok frekuensi pada spektrum ini rencana bakal dilelang ke perusahaan telekomunikasi.

Secara sifat, spektrum rendah seperti 700 MHz memiliki jangkauan lebih luas. Dari sisi kapasitas juga bagus, dapat menembus tembok dan basement gedung.

Namun, dua rencana besar pemerintah ini nampaknya bakal molor lantaran transformasi televisi analog ke digital tersandung di meja hijau dan dihentikan sementara.

“TV digital dihentikan sementara karena ini menjadi kasus hukum. Kami banding, kalah, dan sekarang kasasi,” tutur Rudiantara.

Ia berkukuh mengajukan banding sebab amat mendorong peralihan dari analog ke digital sebelum 2018. Apalagi, isu digitalisasi ini erat kaitannya dengan revisi Undang-Undang Penyiaran yang sudah seia-sekata antara pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat.

“Sambil kita bahas semuanya secara startegis dalam bentuk regulasi, kita akan akomodasikan dalam revisi UU Penyiaran yang sudah masuk Prolegnas 2015,” tutupnya.


Sumber: cnnindonesia.com dan https://tvdigital.kominfo.go.id/

Sabtu, 25 Juni 2016

Cara Memaksimalkan Penerimaan Siaran UHF Dengan Modifikasi Booster


TV Digital Surabaya - Siaran televisi Nasional seperti TRANSTV, TRANS7, NET TV, METRO, KOMPAS, TVRI, RCTI, SCTV, ANTV, INDOSIAR dan yang lainnya juga bisa dinikmati melalui siaran lewat parabola dan juga menggunakan daya pancar signal UHF. Untuk parabola seluruh pelosok negeri baik dari Sabang sampai Merauke pun pasti bisa menikmati lewat satelit dikarenakan stasiun relay nya menggunakan satelit yang diluar angkasa sana yang pasti akan bisa dinikmati melalui decoder atau receiver parabola dari seluruh Indonesia bahkan sampai luar negeri.

Tapi lain halnya apabila kita ingin menikmati nya lewat signal UHF, tentunya signal UHF akan bisa ditangkap baik apabila stasiun pemancar utama ataupun stasiun relay transmisi stasiun tersebut tidak jauh atau dengan kata lain daerah kita dalam area jangkauan pancaran signal UHF.
Banyak daerah dinegri ini yang belum beruntung bisa menerima signal UHF karena keadaan geografis Negara kita ini yang sangat luas dan banyak sekali pegunungan dan perbukitan serta lautan. Yang tentunya pembangunan stasiun pemancar /relay pemancar tidak akan merata dan yang pasti akan membutuhkan dana besar dan waktu yang sangat lama.

Dibawah ini adalah gambaran tentang daya pancar signal UHF :

  1. Daerah dengan daya penerimaan yang sangat bagus ( cukup dengan antena didalam ditempel ke badan TV ).
  2. Daerah dengan daya penerimaan signal bagus ( pakai bantuan antena outdoor pakai antena uhf pendek ).
  3. Daerah dengan daya penerimaan sedang ( Antena Outdoor panjang )
  4. Daerah dengan daya penerimaan signal lemah ( penggunaan antena outdoor panjang di tambah booster UHF )
  5. Daerah dengan daya penerimaan signal UHF kosong / blank spot signal.( dengan bantuan alat apapun tidak akan bisa menerima siaran ).

Yang akan kita bahas kali ini adalah point ke 4.Yaitu daerah dengan daya pancar signal UHF nya lemah karena akan ada tambahan alat external yaitu antena UHF yang cukup panjang serta perangkat penguat signal receiver UHF ( booster UHF ).

Antena UHF sendiri kita bisa memilih alat seperti antena UHF merk Sigma model SS 260 ( panjang kira kira 2,60 meter )  dan Sigma model SS 300 ( panjang 3 meter ). Atau juga bisa dengan merk PF seperti PF 5000, PF 2000 (antena merk ini dikenal dengan nama antena si Mandra) atau juga menggunakan antena PF terbaru PF Digital PF HDU 25 (panjang 1,6 meter) atau PF HDU 19 (panjang 1.1 meter)


Booster PF DX-W9900

Booster ( penguat signal UHF ) dipasaran banyak sekali pilihan mulai dari merk PF maupun merk DX. Untuk merk DX sendiri terdiri dari beberapa pilihan seperti model DX 5000 dan booster DX 9900.

TIPS MEMODIFIKASI BOOSTER UHF



Modifikasi booster untuk meningkatkan kekuatan signalnya

Untuk daerah dalam jangkaun signal yang lemah tentu harus lebih memaksimalkan daya penguat signal yaitu dengan cara memodifikasi satu komponen di dalam booster nya yaitu transistor RF yang bawaan pabrik nya menggunakan seri C 3355 diganti dengan seri C 3358, dengan penggantian satu komponen ini mempengaruhi daya tangkap kuat signal nya sampai beberapa dB lebih bagus.



Kabel kitani 5c 25 meter

Dan alat yang tak kalah penting nya adalah penggunaan kabel antena coaxial 75 ohm ini harus menggunakan kabel yang berkualitas bagus yang tentunya harga kabel biasa nya akan lebih mahal , salah satu merk yang cukup memuaskan contohnya adalah kabel merk Kitani 5c, dan juga masih banyak merk merk lain yang tak kalah bagus nya.


Sumber : 
https://rendy-komunika.blogspot.co.id
http://elevenmillion.blogspot.co.id/

Sabtu, 14 Mei 2016

Mau Beli TV Yang Bagus dan Awet, Pilih LED TV, Plasma atau LCD TV ?


TV Digital Surabaya  - Era TV Tabung yang sudah berpuluh tahun menjadi perangkat elektronik keluarga favorit untuk menghadirkan tayangan hiburan segera berakhir dalam beberapa waktu ke depan. Standar baru siaran digital yang saat ini sudah memasuki tahapan uji-coba di ibukota dan akan menyusul kota-kota lain dalam waktu dekat nampaknya memicu percepatan pergeseran untuk menggunakan perangkat TV Digital seperti Plasma TV, LCD TV, dan teknologi terbaru LED TV.
Selain itu, berbagai keunggulan yang ditawarkan juga melambungkan popularitas TV layar datar dari ketiga jenis teknologi tersebut, antara lain: ukuran yang tipis, ringan, dan dapat digantungkan di tembok. Ukuran layar yang besar juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar tanyangan televisi. Tidak ketinggalan pula fitur hemat energi yang ditawarkan, yang memungkinkan penghematan konsumsi listrik.
Membeli Televisi Digital, nampaknya bagi sebagian orang cukup menyulitkan, karena munculnya berbagai terminologi baru yang membingungkan, dimana seringkali teknologi yang sama mendapat label yang berbeda di antara produsen yang berbeda. Salah satu yang paling membingungkan adalah perbedaan antara Plasma TV, LCD TV, dan LED TV. Tidak terhitung kali penggunaan sebutan “Plasma TV” diarahkan untuk sebuah LCD TV, mengingat Plasma merupakan salah satu teknologi pertama untuk layar datar dengan ukuran yang besar (>42”). 
Apa sebenarnya perbedaan antara ketiga jenis TV layar datar tersebut? Manakah diantara ketiga jenis TV tersebut yang layak untuk dibeli? Berikut adalah deskripsi dan perbedaan Plasma, LCD TV, dan LED TV.
Plasma TV
Plasma Display Panel (PDP) atau di Indonesia banyak dikenal sebagai Plasma TV merupakan salah satu jenis teknologi TV layar datar yang memungkinkan produsen untuk memproduksi TV Layar Datar ukuran besar secara massal dengan harga yang ekonomis. 
Istilah dan konsep teknologi Plasma TV sendiri diperkenalkan pada tahun 1936 oleh seorang ahli Fisika, Elektronika, dan penemu dari Hungaria [1]. Pada perkembangannya IBM, Fujitsu, dan Panasonic memperkenalkan beberapa jenis televisi yang memanfaatkan teknologi Plasma pada hasil riset mereka. Baru pada tahun 1997, Fujitsu diikuti Philips dan Pioneer, merilis TV layar datar ukuran 42 inci dengan teknologi Plasma secara komersial [2].
Istilah PDP sendiri berasal dari penggunaan sel Plasma, yang merupakan lampu Fluorescent, sebagai dasar pencahayaan layar televisi tersebut. Sebuah Plasma TV memanfaatkan jutaan sel Plasma yang diletakkan diantara dua panel layar kaca. Setiap sel yang berisi kombinasi antara gas noble dan sejumlah kecil mercury yang akan diuapkan dan diberi aliran listrik sehingga berpendar dan membentuk plasma. Warna dihasilkan dari fosfor yang terdapat di dalam sel tersebut, di mana di dalam setiap sel akan berisi fosfor 3 jenis warna utama, yaitu: Red, Green, dan Blue, atau biasa dikenal dengan RGB. Perbedaan voltage yang diberikan pada tiap sel juga menghasilkan kombinasi warna yang ada.
Keunggulan Plasma TV
  • Menghasilkan warna hitam yang lebih baik dari LCD TV
  • Contrast rasio yang tinggi (1:2.000.000)
  • Sudut pandang lebih lebih lebar
  • Refresh Rate dan Response Time yang cepat, meminimalisir tampilan gambar kabur
Kelemahan Plasma TV
  • Gambar diam yang ditampilkan dalam waktu yang lama akan menimbulkan burn-in dan gambar berbayang
  • Kualitas gambar akan terus menurun seiring dengan lamanya penggunaan, meskipun dalam jangka waktu yang relatif lama
  • Lebih berat dari LCD
  • Menggunakan daya listrik yang lebih besar dibandingkan dengan LCD TV
  • Ukuran umumnya tidak tersedia di bawah 42 inci.

LCD TV
LCD TV yang di pasaran tampil lebih dulu dari Plasma mengalami penurunan popularitas sejak kemunculan Plasma TV mengingat berbagai kelebihan yang ditawarkan dibandingkan LCD generasi awal. Dengan harga yang jauh lebih mahal untuk ukuran yang lebih kecil, membuat penjualan Plasma meningkat.
Namun demikian, pada perkembangan selanjutnya, LCD TV dengan harga ekonomis dengan berbagai kemajuan teknis, membuat konsumen kembali beralih ke LCD TV. Seiring dengan kemunculan HDTV dan Full HD TV di jajaran produk LCD TV, diikuti dengan ukuran yang besar, harga LCD TV pun juga semakin masuk akal di kantong konsumennya.
Pada dasarnya LCD TV bekerja dengan memproduksi gambar hitam dan berwarna dengan melakukan seleksi cahaya yang dipancarkan oleh serangkaian lampu teknologi CCFLs (Cold Cathode Fluorescent Lamps) di belakang layar. Jutaan lampu tersebut akan dinyalakan dan dimatikan melalui LCD shutter dengan melewatkan cahaya putih dengan  intensitas tertentu. Setiap shutter akan digabungkan dengan filter warna yang akan melewatkan warna Red, Green, dan Blue (RGB). Shutter dan Filter yang masing-masing merupakan sub-pixel ini berukuran sangat kecil, dan secara kasat mata membentuk gabungan yang disebut dengan pixel [3].
Keunggulan LCD TV
  • Menghasilkan warna yang lebih realistis
  • Teknologi anti glare (tanpa bayangan)
  • Tersedia mulai ukuran kecil hingga besar
  • Tidak ada radiasi yang dipancarkan
  • Dapat digunakan sebagai monitor komputer
  • Kebutuhan sumber daya listrik yang lebih rendah dibanding Plasma

Kelemahan LCD TV
  • Kualitas gambar akan menurun apabila dilihat pada sudut pandang yang lebar
  • Untuk ukuran yang besar, harganya lebih mahal apabila dibandingkan dengan Plasma TV
  • Refresh Rate dan Response Time yang jauh lebih rendah dibandingkan Plasma, sehingga kadang menghasilkan gambar yang kabur

LED TV
Beberapa tahun terakhir, pasar televisi digital diramaikan dengan hadirnya sebuah teknologi televisi layar datar yang oleh beberapa vendor elekronik terkemuka disebut dengan LED TV. Vendor yang paling agresif dalam menggelontorkan TV dengan teknologi baru ini antara lain: Samsung Electronics, LG Electronics, Toshiba, dan berbagai vendor terkemuka lainnya.
Pada dasarnya sebenarnya LED TV merupakan pengembangan dari  LCD TV dimana jenis ini menggunakan LED Backlight sebagai pengganti cahaya fluorescent yang digunakan pada jenis LCD TV sebelumnya. Ada dua macam bentuk LED TV yang beredar di pasaran: RGB LED dengan LED yang diletakkan di belakang panel layar, atau EDGE-LED dimana LED diletakkan di sekeliling layar [5].
Kelebihan LED TV
  • Tingkat contrast yang jauh lebih tinggi dibandingkan LCD TV, setara atau bahkan lebih tinggi daripada Plasma TV
  • Memungkinkan produsen untuk memproduksi televisi layar datar dengan ukuran super tipis, dengan ketebalan sekitar 2.5 cm
  • Lebih ramah lingkungan
  • Konsumsi listrik yang lebih rendah sekitar 20-30% dibandingkan LCD TV konvensional
  • Berbagai produk LED TV dari vendor terkenal menawarkan fitur pemrosesan gambar digital, fitur Digital TV Tuner, dan berbagai fitur terbaru lainnya.
Kelemahan LED TV
  • Harga yang lebih mahal, pada saat ini untuk ukuran yang sama, harga LED TV yang termurah sekitar 1,5 kali lipat LCD TV konvensional
  • [UPDATED Oct 17, 2011]: Harga yang sedikit lebih mahal, untuk ukuran dan fitur yang sama, harga LED TV yang termurah sekitar 20% lebih mahal dibanding LCD TV konvensional
Kesimpulan
Secara umum LED TV menawarkan kualitas gambar yang lebih baik apabila dibandingkan dengan LCD TV, khususnya untuk contrast gambar serta kesempurnaan warna hitam, , meskipun bagi sebagian besar orang perbedaan itu tidak terlalu nampak. Hal ini disebabkan karena kualitas LCD TV yang sudah cukup memadai. Apabila dibandingkan dengan plasma, kualitas yang ditawarkan juga setingkat atau bahkan lebih, mengingat LED TV terbaru menawarkan berbagai fitur tambahan untuk mengolah gambar.
Perbedaan harga yang cukup mencolok dengan LCD TV, tidak menyurutkan sebagian orang untuk membeli LED TV, mengingat penampilan LED TV yang lebih tipis dan dengan desain terbaru. Bagi sebagian orang lain yang menempatkan harga di atas berbagai kriteria pembelian TV, nampaknya LCD TV masih menjadi pilihan utama. Plasma sendiri, nampaknya sudah tidak terlalu menarik minat, dan mulai ditinggalkan sejak tahun 2007, mengingat perbedaan harga yg sudah semakin tipis antara LCD TV dan Plasma TV. Desain yang juga terlihat usang juga semakin menyurutkan minat orang yang akan membeli Plasma TV. Panasonic sebagai salah satu produsen yang selama bertahun-tahun kukuh dengan memproduksi Plasma TV untuk ukuran 42 inci ke atas, akhir-akhir ini sudah mulai mengalihkan jajaran TV terbarunya dengan teknologi LCD TV dan LED TV.
Akhirnya, semuanya terpulang kembali kepada calon pembeli. Apabila anggaran yang tersedia mencukupi, pemilihan LED TV nampaknya cukup tepat, mengingat LED TV sudah dipersiapkan untuk teknologi TV digital yang benar-benar akan menggantikan TV analog pada tahun 2018. Namun apabila anggaran terbatas, LCD TV merupakan pilihan yang paling pas, mengingat fitur yang disediakan sudah cukup memadai, lebih ringan, serta lebih hemat energi apabila dibandingkan dengan Plasma TV.
Sumber : http://www.ubaya.ac.id/2014/content/articles_detail/8/LED-TV-vs-LCD-TV-vs-Plasma-TV--mana-yang-pantas-dibeli-.html
Referensi: